Mantan Ra’is Am PBNU, almarhum KH. Achmad Siddik pada tahun 1980-an pernah mengatakan bahwa NU pada tahun 1935 sudah memutuskan negara Hindia-Belanda adalah negara Islam. Karena itu Bung Karno saat mencetuskan Pancasila juga didukung NU. Jadi NU sejak dulu telah mendukung terhadap Pancasila. Bahkan dalam pandangan KH. Achmad Siddik usaha untuk mendirikan negara Islam adalah suatu hal yang utopis.
KH. Achmad Siddik mengakui bahwa penghapusan kata-kata dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluknya menyebabkan umat Islam kecewa. Kemudian pada waktu itu terjadilah perbedaan pendapat anatara Soekarno dan Natsir.
“Tapi, menurut KH. Achmad Siddik siapa orang atau golongan yang tepat dan berwenang mengatasnamakan Islam? Orang yang mengaku dirinya Islam justru cenderung centang perenang. Malah saling benturan satu sama lain,” papar KH. Achmad Siddik.
Menurut beliau citra Islam sudah kabur, sehingga kalau ada orang yang bertanya, Islam menurut Tuhan itu yang mana, sebab ada Islam menurut Hamka, Islam menurut Natsir, ada juga Islam menurut Kartosuwiryo. Karena alasan itulah, kata KH. Achmad Siddik, NU menerima Pancasila.
Dikutip Oleh Ubenq, dari : Majalah Risalah Nahdlatul Ulama No.4/Thn 1/Sya’ban 1428 H
Popularity: 2% [?]