almusri.org |

TRADISI HAUL

Monday Jul 19, 2010

Gus Mus (Panggilan KH. Mustofa Bisri, seorang kiyai penyair, yang juga pelukis asal Rembang, Jawa Tengah) menuturkan di depan ratusan zairin akan kekagumannya pada sosok manusia pilihan, yang kurang lebih dapat penulis bahasakan demikian : “…… di dunia ia sedikitnya ada 3 manusia utama yang pernah ada. Pertama Nabi Isa as., kedua Nabi Muhammad saw., dan ketiga Raden Ajeng Kartini”. Kemudian setelah mengambil nafas sejenak, Gus Mus melanjutkan dengan pertanyaan yang dijawabnya sendiri : “Kenapa beliau-beliau disebut sebagai manusia utama?! Karena beliau-beliaulah yang (oleh kaumnya) hari lahirnya setiap tahun diperingati dan dirayakan!” tegas Gus Mus menggebu.

Peringatan haul (kata “haul” dari bahasa Arab, berarti setahun) adalah peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Biasanya, haul diadakan untuk para keluarga yang telah meninggal dunia atau para tokoh untuk sekedar mengingat dan meneladani jasa-jasa dan amal baik mereka.

Haul yang penting diadakan setiap setahun sekali dan tidak harus tepat pada tanggal tertentu alias tidak sakral sebagaimana kita memperingati hari ulang tahun. Hari dan tanggal pelaksanaan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu yang berhubungan acara-acara lain yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan haul itu.

Para keluarga mengadakan acara haul pada hari dan tanggal yang telah disepakati bersama keluarga, pada saat mereka mempunyai waktu senggang dan bisa berkumpul bersama. Di pesantren-pesantren, haul untuk para pendiri dan tokoh-tokoh yang berjasa terhadap perkembangan pesantren dan syi’ar Islam diadakan bersamaan dengan acara tahunan pesantren, semisal khataman kitab akhir tahun, pertemuan wali santri, atau dzikir akbar tahunan.

Tradisi haul diadakan berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan: Rasulullah berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’. Beliau mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan. (HR. Muslim)

Hadits lain diriwayatkan oleh Al-Wakidi bahwa Rasulullah SAW mengunjungi makam para pahlawan perang Uhud setiap tahun. Jika telah sampai di Syi’ib (tempat makam mereka), Rasulullah agak keras berucap: Assalâmu’alaikum bimâ shabartum fani’ma uqbâ ad-dâr. (Semoga kalian selalu mendapat kesejahteraan ats kesabaran yang telah kalian lakukan. Sungguh akhirat adalah tempat yang paling nikmat). Abu Bakar, Umar dan Utsman juga malakukan hal yang serupa. (Dalam Najh al-Balâghah, hlm. 394-396)

Baca… »

Popularity: 1% [?]


Al-Musri’ Bukan Hanya Sebuah Nama

Monday Jan 4, 2010

Banyak di antara kita (santri dan simpatisan) yang hanya mengenal Al-Musri’ hanyalah sebuah nama. Padahal Al-Musri’ adalah metode belajar cepat yang diterapkan di Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’. Berasal dari kata Saro’a yang berarti kilat (Cepat) Al-Musri’ berusaha dan telah terbukti menciptakan kader-kader muda Islam secara cepat dan efektif.

Jadi bisa diartikan bahwa Al-Musri’ adalah sebuah metode belajar baru yang diciptakan oleh pendiri Pesantren Mama KH. Ahmad Faqih yang belum pernah diterapkan di pesantren lain. Mengapa demikian? Karena Pontren Al-Musri’ dengan metodenya ini telah terbukti menciptakan Kyai berkualitas secara cepat.

Baca… »

Popularity: 2% [?]


Green Free Wordpress Theme. Design: partnerstvo.ru for Texas Holdem Poker Online - Free Wordpress Themes.